Kembali ke Berita Koordinasi & Kolaborasi, Pengembangan UMKM, Potensi & Profil Desa, Pemberdayaan Masyarakat, Cerita dari Desa

Lipa Sa’be, Warisan Tenun yang Mulai Langka di Desa Sabang Subik

Salman Unding
• 29 Sep 2026 • 4 Dilihat • 2 menit baca
Lipa Sa’be, Warisan Tenun yang Mulai Langka di Desa Sabang Subik

Sabang Subik, 28 September 2026 — Aktivitas manette atau menenun Lipa Sa’be masih menjadi salah satu mata pencaharian sebagian masyarakat Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Aktivitas tersebut dilakukan secara tradisional menggunakan alat tenun dan menjadi bagian dari keterampilan budaya masyarakat Mandar.


Salah satu aktivitas menenun Lipa Sa’be terlihat di Desa Sabang Subik pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Proses pembuatan dilakukan dengan menggunakan alat tenun tradisional, dengan benang yang disusun dan ditenun secara bertahap hingga membentuk kain Lipa Sa’be.


Lipa Sa’be tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat yang memproduksinya, tetapi juga menjadi bagian dari keterampilan dan warisan budaya yang telah dikenal di masyarakat Mandar. Keterampilan menenun biasanya membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta waktu dalam proses pembuatannya.


Namun, keberadaan penenun Lipa Sa’be di Desa Sabang Subik kini disebut semakin berkurang. Salmah, salah seorang warga, mengklaim bahwa pada masa lalu hampir setiap rumah memiliki anggota keluarga yang melakukan aktivitas manette Lipa Sa’be. Kondisi tersebut berbeda dengan saat ini karena jumlah penenun yang masih aktif semakin sedikit.


“Dulu hampir setiap rumah masing-masing ada yang manette Lipa Sa’be, tetapi sekarang sudah sangat jarang. Bisa dihitung jari yang masih menenun,” ungkap ibu Salmah.


Berkurangnya jumlah penenun menjadi salah satu perhatian dalam keberlanjutan tradisi pembuatan Lipa Sa’be di Desa Sabang Subik. Jika tidak ada regenerasi, keterampilan menenun yang selama ini diwariskan antargenerasi berpotensi semakin jarang dilakukan.


Keberadaan para penenun yang masih aktif menjadi bagian penting dalam mempertahankan keterampilan manette Lipa Sa’be sekaligus menjaga agar warisan budaya tersebut tetap dikenal dan dapat diteruskan kepada generasi muda masyarakat Desa Sabang Subik.


Laporan: Salman Unding

Mahasiswa ITBM Polman

Bagikan Berita Ini: