Portal resmi pengabdian masyarakat mahasiswa ITBM Polewali Mandar. Layanan terpadu untuk verifikasi berkas, alokasi lokasi, dan penetapan kelompok KKN secara efisien dan transparan.
Bersiaplah! Penetapan kelompok dan lokasi penempatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polewali Mandar akan segera diumumkan secara transparan melalui portal Si-KKN.
Pantau terus halaman ini atau akun resmi sosmed ITBM Polman.
Kuliah Kerja Nyata ITBM Polewali Mandar sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polewali Mandar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa melalui kegiatan pemberdayaan, penyelesaian masalah, serta pembangunan potensi desa secara kolaboratif.
Pada angkatan periode ini, pelaksanaan KKN dibagi ke dalam beberapa skema khusus guna mengoptimalkan keahlian dan fokus pengabdian mahasiswa di lapangan.
Program pengabdian yang difokuskan pada percepatan transformasi digital desa, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan pelaku UMKM lokal dalam hal pemasaran digital (digital marketing), branding, dan e-commerce.
Skema khusus yang disetarakan melalui program magang profesi, proyek independen, atau penugasan pengabdian mandiri yang linear dengan bidang keilmuan atau program studi mahasiswa.
Ikuti perkembangan terbaru, pengumuman penting, dan cerita inspiratif seputar kegiatan KKN
Pappang, 30 September 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar (Polman) Kelurahan Pappang melaksanakan kegiatan penyerahan spanduk kepada salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di wilayah Ujung Timur, Kelurahan Pappang, pada Rabu (30/9/2026).Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan dukungan mahasiswa KKN ITBM terhadap perkembangan UMKM yang ada di lingkungan masyarakat. Penyerahan spanduk tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam memperkenalkan produk serta meningkatkan daya tarik dan identitas usaha di mata masyarakat.Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyerahkan spanduk secara langsung kepada pemilik UMKM. Spanduk yang diberikan memuat informasi dan identitas usaha sehingga dapat menjadi media promosi yang lebih mudah dikenali oleh masyarakat maupun calon pelanggan.Mahasiswa KKN ITBM Kelurahan Pappang menyampaikan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari upaya untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Selain memberikan bantuan berupa media promosi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan para pelaku usaha dan memahami kondisi serta kebutuhan UMKM di wilayah tersebut.Pelaku UMKM yang menerima spanduk menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi perhatian serta dukungan yang diberikan oleh mahasiswa KKN ITBM. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan usaha sehari-hari.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ITBM Kelurahan Pappang berharap keberadaan UMKM di wilayah Ujung Timur semakin dikenal oleh masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pengembangan usaha masyarakat serta memperkuat hubungan antara mahasiswa KKN dan warga Kelurahan Pappang.
Lampoko, 30 September 2026 – Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, terus menjadi perhatian dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polewali Mandar. Salah satu potensi usaha yang dikunjungi adalah UMKM yang memproduksi popcorn atau berondong jagung.Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan observasi dan pendataan potensi UMKM yang berada di wilayah Desa Lampoko. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis usaha masyarakat sekaligus melihat peluang pengembangan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN melakukan pengamatan terhadap usaha popcorn yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Mahasiswa melihat secara langsung produk yang dihasilkan serta mengamati aktivitas usaha sebagai bahan untuk mengetahui potensi produk yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.Popcorn atau berondong jagung merupakan makanan ringan yang dibuat dari biji jagung yang dipanaskan hingga mengembang. Produk tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai varian rasa serta dikemas secara lebih menarik sehingga dapat meningkatkan daya tarik konsumen.Kegiatan observasi UMKM ini juga menjadi bagian dari program KKN yang mengusung penguatan pemasaran dan digitalisasi UMKM. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya mengenali produk-produk lokal yang memiliki potensi untuk diperkenalkan melalui media sosial, marketplace, maupun platform digital lainnya.Selain melakukan pengamatan, kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi usaha masyarakat secara langsung. Informasi yang diperoleh dari lapangan nantinya dapat menjadi bahan dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.Kegiatan kunjungan UMKM popcorn di Desa Lampoko diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh gambaran mengenai potensi ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengembangan UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN ITBM Polewali Mandar di Desa Lampoko yang berfokus pada pengembangan potensi desa dan penguatan pemasaran UMKM melalui digitalisasi.
Sabang Subik, 28 September 2026 — Aktivitas manette atau menenun Lipa Sa’be masih menjadi salah satu mata pencaharian sebagian masyarakat Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Aktivitas tersebut dilakukan secara tradisional menggunakan alat tenun dan menjadi bagian dari keterampilan budaya masyarakat Mandar.Salah satu aktivitas menenun Lipa Sa’be terlihat di Desa Sabang Subik pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Proses pembuatan dilakukan dengan menggunakan alat tenun tradisional, dengan benang yang disusun dan ditenun secara bertahap hingga membentuk kain Lipa Sa’be.Lipa Sa’be tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat yang memproduksinya, tetapi juga menjadi bagian dari keterampilan dan warisan budaya yang telah dikenal di masyarakat Mandar. Keterampilan menenun biasanya membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta waktu dalam proses pembuatannya.Namun, keberadaan penenun Lipa Sa’be di Desa Sabang Subik kini disebut semakin berkurang. Salmah, salah seorang warga, mengklaim bahwa pada masa lalu hampir setiap rumah memiliki anggota keluarga yang melakukan aktivitas manette Lipa Sa’be. Kondisi tersebut berbeda dengan saat ini karena jumlah penenun yang masih aktif semakin sedikit.“Dulu hampir setiap rumah masing-masing ada yang manette Lipa Sa’be, tetapi sekarang sudah sangat jarang. Bisa dihitung jari yang masih menenun,” ungkap ibu Salmah.Berkurangnya jumlah penenun menjadi salah satu perhatian dalam keberlanjutan tradisi pembuatan Lipa Sa’be di Desa Sabang Subik. Jika tidak ada regenerasi, keterampilan menenun yang selama ini diwariskan antargenerasi berpotensi semakin jarang dilakukan.Keberadaan para penenun yang masih aktif menjadi bagian penting dalam mempertahankan keterampilan manette Lipa Sa’be sekaligus menjaga agar warisan budaya tersebut tetap dikenal dan dapat diteruskan kepada generasi muda masyarakat Desa Sabang Subik.Laporan: Salman UndingMahasiswa ITBM Polman
Agenda tahapan penting pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata ITBM Polman
Mahasiswa melakukan pendaftaran akun Si-KKN, pelunasan biaya administrasi, serta unggah syarat transkrip SKS dan berkas pendukung lainnya.
Sesi pembekalan materi wajib bagi seluruh peserta terdaftar guna mempersiapkan strategi program kerja di lokasi penempatan masing-masing.
Seremoni pelepasan resmi mahasiswa KKN ITBM Polman untuk diberangkatkan secara serentak menuju posko desa tujuan masing-masing kelompok.
Penarikan resmi mahasiswa dari lokasi posko desa oleh pihak kampus setelah merampungkan program kerja di lapangan.
Pemaparan laporan pertanggungjawaban dan hasil akhir pelaksanaan program kerja pengabdian mahasiswa di hadapan dosen pembimbing dan penguji.